Pemerintah Iran bersiap melarang kapal perang Angkatan Laut Amerika Serikat (AS) melintasi Selat Hormuz sebagai bagian dari draf kesepakatan pembukaan kembali jalur air strategis tersebut. Langkah itu menjadi bagian dari manuver Teheran untuk mengakhiri militer AS yang telah berlangsung puluhan tahun di kawasan Teluk Persia.
Wakil Presiden AS JD Vance mengatakan para pemimpin Iran telah memberi pihak Washington bahwa mereka tidak memiliki rencana untuk memungut tol di Selat. Washington pun berupaya mendapatkan komitmen untuk mengakhiri serangan terhadap kapal-kapal di Selat Hormuz.
Sementara, pasukan Houthi dilaporkan telah melancarkan serangan baru di kota Marib bagian utara-tengah, menargetkan lingkungan dan kamp pengungsi dengan rudal balistik. Bahrain, Qatar, Arab Saudi, dan negara-negara Arab lainnya mengecam serangan Iran terhadap sebuah kapal milik Perusahaan Minyak Nasional Abu Dhabi (ADNOC) di Selat Hormuz.
Simak selengkapnya dalam video berikut
Mau tau gimana rasanya hidup ala "Harvest Moon" di dunia nyata? Yuk, tonton videonya lewat link berikut!
https://youtu.be/XrhhjQ1dKl0
Penulis Naskah: Musayadah Khusnul Khotimah
Narator: Musayadah Khusnul Khotimah
Video Editor: Musayadah Khusnul Khotimah
Produser: Musayadah Khusnul Khotima
Musik: Breaking Signal No 2 (AI Generated)
#Global #Perang ##cclabs ##DailyNews #PerangIran #PembukaanSelatHormuz #IRGC #DonaldTrump