JAKARTA, KOMPAS.TV – Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, berbicara saat konferensi pers Polda Jawa Barat terkait pengungkapan kejahatan jalanan pada Jumat (7/8/2026).
“Bahwa perang melawan kejahatan adalah perang psikologi. Perang melawan kejahatan adalah perang opini. Karena perang psikologi dan perang opini. Orang boleh berasumsi, orang boleh berteori, orang boleh menggunakan landasan-landasan normatif dalam bicara. Tapi praktik di lapangan tuh berbeda,” ujar Dedi Mulyadi.
“Saya juga mengucapkan terima kasih pada semua pihak yang mengkritik saya, memberikan sayembara begal. Dianggap itu seolah-olah bertentangan dengan jajaran Polda Jabar bahwa itu bagian dari sinergitas kita dalam memerangi kejahatan. Satu jengkal tanah pun di Jawa Barat tidak boleh ada kejahatan,” lanjutnya. (Time code 19:04).
Gubernur Dedi juga menyoroti soal maraknya kejahatan begal hingga peredaran obat ilegal tramadol.
Baca Juga Dedi Mulyadi Tanggapi Pengkritik Dirinya: Tak Boleh Tuduh Digerakkan, Mereka Sayang Saya di https://www.kompas.tv/nasional/684657/dedi-mulyadi-tanggapi-pengkritik-dirinya-tak-boleh-tuduh-digerakkan-mereka-sayang-saya
#dedimulyadi #poldajabar #kejahatan #curanmor
Artikel ini bisa dilihat di :
https://www.kompas.tv/nasional/684686/full-berapi-api-pidato-dedi-mulyadi-soroti-begal-tramadol-perang-melawan-kejahatan