JAKARTA, KOMPASTV - Pembentukan pakta pertahanan antara Arab Saudi, Pakistan, dan Turki dinilai berpotensi memengaruhi dinamika perang Iran dan Amerika Serikat serta peta geopolitik di kawasan Teluk.
Mantan Atase Pertahanan RI di Iran periode 2009-2012, Mayor Jenderal Purnawirawan Budi Pramono, mengatakan pembentukan pakta tersebut perlu dilihat dari kepentingan politik masing-masing negara.
"Kalau kita melihat Amerika, Amerika ini tetap dia adalah aktor utama. Nah, kalau kita melihat Israel, Israel ini adalah aktor yang sangat dominan. Nah, kemudian Saudi sendiri, Saudi ini kan kuat di ekonominya, maka dia akan mempertahankan jangan sampai ada serangan dari Iran," kata Budi di Sapa Malam, Sabtu (8/8/2026). (Timecode 6:43)
Menurut Budi, perlu diuji apakah pakta pertahanan tersebut benar-benar memiliki mekanisme operasional bersama atau hanya sebatas kesepakatan simbolik.
Sementara itu, Dosen Ilmu Politik Universitas Udayana, Efatha Filomeno Borromeu Duarte, mengatakan pembentukan pakta tersebut perlu dilihat dari kekhawatiran Arab Saudi terhadap potensi serangan dari kelompok Houthi di Yaman dan milisi Irak.
"Pertama kita harus melihat secara wide besar bahwa memang Arab Saudi tampaknya mulai ketakutan. Ada laporan intelijen yang masuk dalam pemerintahan mereka bahwa ke depannya Houthi dan juga milisi Irak itu akan melakukan serangan jepitan," kata Efatha. (Timecode 11:20)
Efata menilai keterlibatan Pakistan dan Turki juga tidak terlepas dari kepentingan Amerika Serikat.
Produser: Yuilyana
Thumbnail Editor: Frashiva Rizaldi
Artikel ini bisa dilihat di :
https://www.kompas.tv/nasional/684624/pakta-pertahanan-arab-saudi-pakistan-turki-dinilai-bisa-ubah-peta-geopolitik-teluk