JAKARTA, KOMPAS.TV - Perdebatan mengenai peran Kapolri dalam mendukung program strategis pemerintah menjadi sorotan dalam dialog yang menghadirkan Guru Besar Hukum Tata Negara Universitas Esa Unggul Juanda, Ketua Indonesia Risk Center Julius Ibrani, Komjen (Purn) Susno Duadji, serta Direktur Eksekutif Lembaga Survei Indonesia Djayadi Hanan.
Mereka mengulas apakah keterlibatan Polri dalam program pemerintah, seperti ketahanan pangan hingga program prioritas Presiden, masih berada dalam koridor tugas kepolisian atau justru berpotensi menggeser fokus institusi dari fungsi utamanya sebagai pelindung, pengayom, dan penegak hukum.
Dalam diskusi ini juga muncul perbedaan pandangan mengenai hubungan Kapolri dengan Presiden.
Baca Juga Debat Keras! Aryanto, Ray, dan Sugeng Teguh Bahas Peran Kapolri dalam Dukung Program Pemerintah di https://www.kompas.tv/video/684520/debat-keras-aryanto-ray-dan-sugeng-teguh-bahas-peran-kapolri-dalam-dukung-program-pemerintah
Ada yang menilai Kapolri sebagai bawahan Presiden wajib melaksanakan penugasan selama tidak bertentangan dengan hukum, sementara pihak lain berpandangan Kapolri seharusnya tetap mengedepankan profesionalisme dan berani mengingatkan apabila penugasan berada di luar mandat utama kepolisian.
Dialog ini juga membahas posisi Polri dalam sistem ketatanegaraan, loyalitas kepada Presiden, kepatuhan terhadap konstitusi, hingga potensi politisasi jabatan Kapolri di tengah menguatnya isu pergantian pimpinan Polri.
Produser: Prayogi Haro
Editor: Lintang
Artikel ini bisa dilihat di :
https://www.kompas.tv/video/684522/jangan-potong-bicara-juanda-julius-susno-djayadi-debat-tugas-kapolri-bantu-program-presiden