Para analis menilai Presiden Donald Trump gagal memahami mentalitas Iran, di mana rakyat dan para pemimpinnya telah menanamkan kesiapan untuk bertahan sampai titik darah penghabisan sehingga gempuran militer sekeras apa pun tidak akan pernah mampu meruntuhkan tekad mereka.
Kegagalan ini semakin diperparah oleh ketidakmampuan Washington dalam menyerap pelajaran dari perang di Ukraina, membuat militer AS terlambat beradaptasi dan harus merugi besar saat rudal pencegat berharga jutaan dolar terpaksa diadu untuk meredam gelombang drone murah Iran yang menghantam pangkalan-pangkalan strategis di kawasan.
Melihat kebuntuan yang kian menumpuk dan membengkaknya biaya perang hingga puluhan miliar dolar, pengamat seperti Andrew Exum dari The Atlantic menyarankan agar Washington lebih baik segera mengakui kekalahan dan menghentikan pertempuran daripada terus memaksakan opsi militer yang sudah tidak lagi efektif. Tanpa adanya evaluasi total terhadap doktrin pertahanan dan kesediaan merumuskan kesepakatan baru, ambisi Amerika Serikat untuk mendikte kawasan justru berbalik menjadi bumerang yang menguras amunisi dan mempermalukan posisi geopolitik mereka di panggung global.
Simak selengkapnya dalam video berikut!
Penulis Naskah: Elisabeth Putri Mulia Narator: Elisabeth Putri Mulia Video Editor: Fathir Rohman Produser: Marvel Dalty