:

Ada Aroma Kolonialisasi Bumi Priangan di Balik Secangkir Teh Manis di Jerman  

4 minggu lalu

Di balik aroma teh Parakan Salak, Jawa Barat yang pernah masuk Eropa, ada kisah dari perkebunan kolonial: Mulai dari eksploitasi para buruh, hingga budaya dari tanah tempat teh itu tumbuh. Pameran Nge-Teh di Architekturmuseum der TUM Munchen membongkar perjalanan panjang teh sebagai komoditas kolonial di abad ke-19: Dari perkebunan di Sukabumi, jalur perdagangan dari Batavia menuju Hamburg dan Munchen, bahkan Chicago, AS, hingga bagaimana teh dipresentasikan dan dikonsumsi dalam pameran-pameran internasional yang membentuk imajinasi tentang dunia kolonial. Pameran ini hasil kerjasama Technische Universitat Munchen, Architekturmuseum der TUM dan Sagonese e.

~KQ #DW #dwidn

Berikan Komentar
Laporkan komentar

Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Batal edit?

Setelah dihapus, kamu tidak bisa membatalkan

Hapus Komentar

Setelah dihapus, kamu tidak bisa membatalkan

Oke
Sarapan di Ketinggian 230 Meter, Seperti Apa Rasanya?
Oke