Di balik aroma teh Parakan Salak, Jawa Barat yang pernah masuk Eropa, ada kisah dari perkebunan kolonial: Mulai dari eksploitasi para buruh, hingga budaya dari tanah tempat teh itu tumbuh. Pameran Nge-Teh di Architekturmuseum der TUM Munchen membongkar perjalanan panjang teh sebagai komoditas kolonial di abad ke-19: Dari perkebunan di Sukabumi, jalur perdagangan dari Batavia menuju Hamburg dan Munchen, bahkan Chicago, AS, hingga bagaimana teh dipresentasikan dan dikonsumsi dalam pameran-pameran internasional yang membentuk imajinasi tentang dunia kolonial. Pameran ini hasil kerjasama Technische Universitat Munchen, Architekturmuseum der TUM dan Sagonese e.
~KQ #DW #dwidn