:

Allah Sudah Tutupi Aibmu! Kenapa Malah Bangga Umbar Dosa dan Maksiat di Medsos?!

1 bulan lalu

KOMPAS.TV - Dalam program Kalam Hati edisi Minggu 2 Agustus, Ustadz Muhammad Assad dan Ustadzah Syifa Nurfadhilah membahas tema "Allah Tutupi Aibmu, tapi Kau Umbar Belangmu". Keduanya mengulas secara mendalam bagaimana seorang muslim seharusnya menyikapi dosa pribadi serta menjaga kerahasiaan keburukan orang lain di kehidupan sehari-hari.

Ustadz Muhammad Assad menjelaskan bahwa Allah SWT memiliki sifat As-Sittir yang selalu maha menutupi kesalahan dan keburukan setiap hamba-Nya. Ustadz Assad mengingatkan agar umat Islam tidak dengan bangga menceritakan atau memamerkan perbuatan maksiat yang sebenarnya telah ditutupi tersebut. Menurut Ustadz Assad, langkah terbaik ketika seseorang berbuat kesalahan adalah segera bertobat, memohon ampun, dan tidak mengulangi perbuatan buruk tersebut.

Sementara itu, Ustadzah Syifa Nurfadhilah menyoroti fenomena standar ganda masyarakat yang sangat gigih menutup kekurangannya sendiri tetapi gemar membocorkan kesalahan sesama. Ustadzah Syifa mengajak setiap muslim untuk fokus pada perbaikan diri sendiri daripada sibuk merasa iri dengan nikmat atau kebahagiaan yang dimiliki tetangga. Ustadzah Syifa juga menegaskan bahwa tindakan menasihati harus dilakukan secara pribadi agar tidak berubah menjadi ajang mempermalukan seseorang di hadapan umum.

Pada sesi tanya jawab, jamaah Kalam Hati mengajukan pertanyaan mengenai tingkatan dosa antara orang yang mengumbar rahasia dengan perasaan marah yang dialami korban. Jamaah lain juga berkonsultasi mengenai kebiasaan mencurahkan masalah pribadi dan keluh kesah keluarga di media sosial demi mendapatkan rasa lega. Ustadz Muhammad Assad dan Ustadzah Syifa Nurfadhilah  menegaskan pentingnya menahan diri, menjaga lisan serta jempol, dan selalu mendoakan kebaikan bagi orang yang telah menyakiti kita.
 

Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/kalam-hati/684361/allah-sudah-tutupi-aibmu-kenapa-malah-bangga-umbar-dosa-dan-maksiat-di-medsos

Berikan Komentar
Laporkan komentar

Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Batal edit?

Setelah dihapus, kamu tidak bisa membatalkan

Hapus Komentar

Setelah dihapus, kamu tidak bisa membatalkan

Oke
Kalam Hati
Jujur Itu Pahit di Awal, Tenang di Akhir | KALAM HATI
Konten disembunyikan.
Muat ulang halaman untuk perbarui rekomendasi.
Menutup Kebenaran Bisa Jadi Bentuk Kebohongan | KALAM HATI
Konten disembunyikan.
Muat ulang halaman untuk perbarui rekomendasi.
Bohong Demi Kebaikan? Ada Batasannya dalam Islam | KALAM HATI
Konten disembunyikan.
Muat ulang halaman untuk perbarui rekomendasi.
Kejujuran, Dusta, dan Batasannya | KALAM HATI
Konten disembunyikan.
Muat ulang halaman untuk perbarui rekomendasi.
Dusta Merusak Hati, Kejujuran Menyelamatkan Hidup | KALAM HATI
Konten disembunyikan.
Muat ulang halaman untuk perbarui rekomendasi.
Satu Kebohongan Kecil Bisa Menghancurkan Iman | KALAM HATI
Konten disembunyikan.
Muat ulang halaman untuk perbarui rekomendasi.
Dusta Adalah Akar Segala Dosa | KALAM HATI
Konten disembunyikan.
Muat ulang halaman untuk perbarui rekomendasi.
Dusta Tidak Pernah Bersanding dengan Iman | KALAM HATI
Konten disembunyikan.
Muat ulang halaman untuk perbarui rekomendasi.
Kupas Tuntas Mudharat dari Pinjaman Online hingga Utang Berbunga | KALAM HATI
Konten disembunyikan.
Muat ulang halaman untuk perbarui rekomendasi.
Peran Laki-laki & Perempuan dalam Islam: Kesetaraan Spiritual dan Perbedaan Tugas |KALAM HATI
Konten disembunyikan.
Muat ulang halaman untuk perbarui rekomendasi.
Sarapan di Ketinggian 230 Meter, Seperti Apa Rasanya?
Oke