JAKARTA, KOMPAS.TV - Ancaman Presiden Amerika Serikat Donald Trump untuk melancarkan serangan besar terhadap Iran kembali menjadi sorotan.
Namun, Peneliti Senior Indo Pacific Strategic Intelligence, Aisah Kusumasomantri, menilai pola komunikasi Trump lebih menyerupai strategi negosiasi melalui tekanan dan gertakan.
Menurutnya, Iran sudah berulang kali menghadapi pola serupa sehingga tingkat kepercayaan terhadap Amerika Serikat sangat rendah, membuat ancaman tersebut belum tentu efektif untuk memaksa Teheran berkompromi.
Baca Juga Prabowo Soroti Hasil Survei PISA: Pendidikan Indonesia Masih Tertinggal, Harus Jadi Bahan Evaluasi di https://www.kompas.tv/video/684331/prabowo-soroti-hasil-survei-pisa-pendidikan-indonesia-masih-tertinggal-harus-jadi-bahan-evaluasi
Dalam dialog ini juga dibahas mengapa negosiasi AS-Iran masih menemui jalan buntu, mulai dari rendahnya rasa saling percaya, strategi kedua negara untuk memperkuat posisi tawar, hingga dinamika pembahasan Selat Hormuz bersama Oman yang dinilai menjadi salah satu kunci penting dalam konflik.
Aisah menilai selama kedua pihak masih mengedepankan eskalasi demi keuntungan politik dan militer, peluang tercapainya kesepakatan damai akan tetap sulit terwujud.
Produser: Prayogi Haro
Editor: Novaltri
Artikel ini bisa dilihat di :
https://www.kompas.tv/video/684333/full-peneliti-komentari-trump-ancam-iran-tapi-diplomasi-gertak-dinilai-tak-lagi-efektif