:

Migran Maroko Ungkap Derita Selama Berada di Ceuta Spanyol

2 minggu lalu

Gelombang migrasi ke enklave Spanyol, Ceuta, meninggalkan derita bagi para migran yang telah kembali ke Maroko. Meski pengamanan perbatasan diperketat dan jumlah penyeberang mulai menurun, sejumlah migran mengaku mengalami kelaparan, tidur di alam terbuka, hingga menjadi korban kekerasan selama berada di Ceuta.

Salah satunya Brahim Oukasou, pengangguran asal Meknes, Maroko. Ia mengaku tidak mendapat bantuan setibanya di Ceuta. Harga kebutuhan pokok juga melonjak, dengan sebotol air dijual sekitar 200 dirham Maroko dan roti baguette mencapai 150 dirham. Brahim mengatakan dirinya akhirnya memutuskan pulang setelah diserang dengan pisau.

Simak selengkapnya dalam video berikut!

Penulis Naskah: Afifah Rismayanti
Video Editor: Dimas Septian Adiyathama
Produser: Akhmad Muawal Hasan

#Global #Konflik #DailyNews #MigranMaroko #Spanyol #Maroko #ImigranMaroko #KrisisImigran #KrisisMigran #MigranIlegal #ImigranGelap

Berikan Komentar
Laporkan komentar

Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Batal edit?

Setelah dihapus, kamu tidak bisa membatalkan

Hapus Komentar

Setelah dihapus, kamu tidak bisa membatalkan

Oke
Sarapan di Ketinggian 230 Meter, Seperti Apa Rasanya?
Oke