Gelombang migrasi ke enklave Spanyol, Ceuta, meninggalkan derita bagi para migran yang telah kembali ke Maroko. Meski pengamanan perbatasan diperketat dan jumlah penyeberang mulai menurun, sejumlah migran mengaku mengalami kelaparan, tidur di alam terbuka, hingga menjadi korban kekerasan selama berada di Ceuta.
Salah satunya Brahim Oukasou, pengangguran asal Meknes, Maroko. Ia mengaku tidak mendapat bantuan setibanya di Ceuta. Harga kebutuhan pokok juga melonjak, dengan sebotol air dijual sekitar 200 dirham Maroko dan roti baguette mencapai 150 dirham. Brahim mengatakan dirinya akhirnya memutuskan pulang setelah diserang dengan pisau.
Simak selengkapnya dalam video berikut!
Penulis Naskah: Afifah Rismayanti
Video Editor: Dimas Septian Adiyathama
Produser: Akhmad Muawal Hasan
#Global #Konflik #DailyNews #MigranMaroko #Spanyol #Maroko #ImigranMaroko #KrisisImigran #KrisisMigran #MigranIlegal #ImigranGelap