Presiden Donald Trump dan para pendahulunya sejak era Jimmy Carter dilaporkan kerap mengalami frustrasi dan terjebak dalam kebuntuan diplomatik maupun militer ketika berhadapan dengan Iran. Para pengamat mencatat bahwa para pembuat kebijakan di Washington kerap meremehkan komitmen ideologis Teheran serta menganggap rasa urgensi Amerika Serikat sebagai celah yang dimanfaatkan oleh Iran, yang terbukti jauh lebih sabar dan memahami dinamika permainan waktu.
Selain kebuntuan politik tersebut, Washington kini dihadapkan pada situasi yang semakin pelik karena Iran diyakini menyimpan dua senjata non-nuklir yang dampaknya justru setara atau bahkan lebih berbahaya dari bom nuklir itu sendiri. Senjata tersebut mencakup kendali atas Selat Hormuz yang mampu mengguncang perekonomian global lewat lonjakan harga energi serta strategi asimetris berupa armada drone murah yang menguras stok rudal pencegat pertahanan barat.
Keterbatasan strategi konvensional ini bahkan memaksa Pentagon dan CENTCOM kehabisan taktik, hingga harus menempuh langkah tidak lazim dengan meminta sumbangsih pemikiran kreatif langsung dari para prajurit di lapangan.
Simak selengkapnya dalam video berikut!
Penulis Naskah: Elisabeth Putri Mulia Narator: Elisabeth Putri Mulia Video Editor: Elisabeth Putri Mulia Produser: Marvel Dalty