Sebagai organisasi dengan basis massa yang masif, NU dihadapkan pada dua tantangan besar yang saling bertolak belakang. Di satu sisi, tuntutan digitalisasi dan manajemen organisasi modern mengharuskan NU memiliki sistem birokrasi yang kuat dan transparan.
Di sisi lain, NU masih harus bergelut dengan residu konflik internal serta ujian berat dalam menjaga marwah independensi dari tarikan kepentingan kekuasaan. Pertaruhan ini menjadi sorotan para tokoh dan pemikir NU, mulai dari Alissa Wahid, Hamzah Sahal, Rahmat Pulungan hingga Ketua Umum PBNU, Yahya Cholil Staquf (Gus Yahya).
Gus Yahya menegaskan bahwa tantangan ke depan jauh lebih luar biasa dibandingkan periode sebelumnya. Menurutnya, NU kini tidak hanya menjadi aset nasional, tetapi juga menjadi pemain kunci di kancah internasional.
"Dalam skala nasional tapi juga secara internasional kita tidak bisa lari. Sekarang semua orang mencari, memburu-buru NU untuk dilibatkan dalam berbagai macam agenda yang dibuat oleh berbagai pihak," ujar Gus Yahya kepada Kompas.com.
Penulis: Siti Laela Malhikmah
Video Jurnalis: Siti Laela Malhikmah
Videografer: Antonius Aditya Mahendra, M Rizky Fauzan
Video Editor: Banatias Nadhira
Produser: Diamanty Meiliana
#MuktamarNU #NahdlatulUlama #AbadKe2NU #GusYahya #Islam #Agama #PBNU #PolitikIndonesia #MasaDepanNU #Humaniora #Internasional #VJindepth