Gelaran Job Fair Kota Depok yang berlangsung di kawasan Margonda menjadi panggung bertemunya beragam emosi. Di balik deretan stan perusahaan, terekam kontras menarik antara kekhawatiran orang tua terhadap sistem penyerapan tenaga kerja dan semangat pantang menyerah para lulusan baru.
Rohmah Agustina, salah satu warga Depok, hadir bukan sebagai pelamar, melainkan sebagai pendamping setia buah hatinya. Kehadirannya menjadi simbol kasih sayang yang tak putus, sekaligus bentuk "pengawalan" terhadap sistem yang ia anggap sering kali hanya formalitas.
"Saya dampingi karena aplikasi scan barcode-nya bermasalah. Takut nanti ada kendala sendiri," ungkap Rohmah kepada Kompas.com, Selasa (4/8/2026) di Depok, Jawa Barat.
Namun, kegelisahannya melampaui masalah teknis. Ia secara blak-blakan menyuarakan kekhawatiran tentang fenomena job fair "zonk" atau kosong istilah untuk bursa kerja yang dianggap hanya sekadar seremoni tanpa realisasi penyerapan tenaga kerja.
"Harapan saya jangan 'jong' (zonk) ya. Kasihan anak-anak. Jangan sampai hanya diadakan saja tapi tidak ada hasilnya. Kalau (pengangguran) semakin menumpuk, ini harus jadi solusi buat pemerintah," tegas Rohmah.
Penulis: Siti Laela Malhikmah
Video Jurnalis: Siti Laela Malhikmah,
Video Editor: Siti Laela Malhikmah
Produser: Abba Gabrillin
#JobFairDepok #LokerDepok #InfoLoker2026 #LowonganKerja #KisahInspiratif #FreshGraduate #DepokHariIni ##vjlab