JAKARTA, KOMPAS.TV - Kepala Desa Wlahar, Kecamatan Wangon, Kabupaten Banyumas, Nasim, mengungkapkan sejumlah fakta terkait pemakaman Sutrimo, warga desanya yang meninggal dunia pada 23 Juli 2026.
Menurut Nasim, jenazah Sutrimo langsung dibawa ke Banyumas untuk dimakamkan setelah dinyatakan meninggal dunia di Jakarta.
Saat dikonfirmasi, Nasim membenarkan bahwa Sutrimo dimakamkan di Desa Wlahar pada 23 Juli 2026.
Menanggapi informasi yang beredar mengenai kondisi korban saat ditemukan, Nasim mengatakan keluarga melihat wajah Sutrimo sudah dalam keadaan bersih ketika jenazah tiba.
Saat ditanya mengenai kondisi mulut dan hidung korban yang disebut berbusa, Nasim menyampaikan kondisi almarhum sudah bersih.
Nasim juga menjelaskan, jenazah diantar oleh empat orang menuju kampung halaman.
Ia mengaku baru mengetahui dari para pengantar bahwa Sutrimo bekerja pada mantan Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus).
Nasim mengatakan dirinya memiliki hubungan pertemanan dengan Sutrimo sejak kecil, meski sudah lama tidak berkomunikasi.
Mengenai kondisi kesehatan korban, Nasim menyebut informasi yang diperolehnya dari keluarga dan lingkungan sekitar. Menurutnya, almarhum memang punya riwayat penyakit gula dan asam urat.
Nasim juga memperoleh informasi dari keluarga bahwa Sutrimo telah lama bekerja di Jakarta.
Ia menjelaskan, Sutrimo sempat beberapa kali keluar masuk pekerjaan.
Selain itu, Nasim mengaku mendapat cerita dari orang tua Sutrimo bahwa korban sempat pulang ke kampung halaman sebelum kembali dipanggil bekerja.
Bagaimana menurut Anda? Tuliskan di kolom komentar.
Selengkapnya saksikan di sini: https://youtu.be/XM6neCvAkpQ
#eksjampidsus #febrieadriansyah #sutrimo
Artikel ini bisa dilihat di :
https://www.kompas.tv/video/683832/sutrimo-eks-pegawai-jampidsus-dimakamkan-di-banyumas-temannya-beberkan-riwayat-penyakit-dipo