JAKARTA, KOMPAS.TV - Bank Indonesia memutuskan mempertahankan BI Rate di level 5,75% sebagai langkah menjaga stabilitas nilai tukar rupiah dan mengendalikan inflasi di tengah ketidakpastian ekonomi global.
Dalam dialog Kompas Bisnis, Asisten Gubernur sekaligus Kepala Departemen Kebijakan Makroprudensial Bank Indonesia, Solikin M. Juhro, menegaskan bahwa meskipun ekonomi dunia menghadapi tantangan akibat fragmentasi perdagangan, tekanan inflasi global, dan volatilitas pasar keuangan, fundamental ekonomi Indonesia tetap kuat dengan pertumbuhan yang ditopang konsumsi domestik, investasi, serta inflasi yang terkendali.
Baca Juga FULL! KMP Mutiara Sentosa 2 Terbakar, DPR & MTI Desak Evaluasi Transportasi Laut | KOMPAS PAGI di https://www.kompas.tv/video/683783/full-kmp-mutiara-sentosa-2-terbakar-dpr-mti-desak-evaluasi-transportasi-laut-kompas-pagi
Selain mempertahankan suku bunga acuan, Bank Indonesia juga memperluas insentif makroprudensial untuk meningkatkan likuiditas perbankan dan mendorong penyaluran kredit ke sektor produktif.
BI optimistis kebijakan tersebut, yang diperkuat melalui koordinasi dengan pemerintah, OJK, dan LPS dalam Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK), akan menjaga stabilitas sistem keuangan sekaligus mendukung pertumbuhan ekonomi nasional yang lebih tinggi, inklusif, dan berkelanjutan.
Produser: Prayogi Haro
Editor: Novaltri
Artikel ini bisa dilihat di :
https://www.kompas.tv/video/683784/full-bank-indonesia-pertahankan-bi-rate-5-75-fundamental-ekonomi-tetap-kuat-kompas-pagi