KOMPAS.TV – Iran membentangkan spanduk bergambar Presiden Amerika Serikat Donald Trump disertai tulisan ancaman pembunuhan di depan rudal balistik Zolfaghar dan Zolghadr di Lapangan Azadi, Teheran, Minggu waktu setempat. Spanduk tersebut dipasang di tengah klaim Donald Trump yang menyebut serangan besar-besaran terhadap Iran ditunda menjelang perundingan antara Amerika Serikat dan Iran.
Di saat yang sama, Komando Pusat Amerika Serikat merilis rekaman yang memperlihatkan jet tempur siluman F-35C Korps Marinir lepas landas dari kapal induk USS Abraham Lincoln saat mendukung blokade maritim Amerika Serikat terhadap Iran. Rekaman tersebut disebut berkaitan dengan operasi blokade yang kembali diaktifkan setelah serangan Iran terhadap kapal-kapal yang melintasi Selat Hormuz. Namun, tanggal dan lokasi pasti rekaman itu tidak dapat diverifikasi secara independen pada saat publikasi.
Sementara itu, sumber-sumber militer Iran membantah klaim Donald Trump yang menyebut Teheran meminta Washington membatalkan serangan. Menurut sumber tersebut, pernyataan Trump merupakan kebohongan baru dan dinilai sebagai upaya menekan negara-negara Teluk.
Pelaksana Tugas Menteri Pertahanan Iran, Seyed Majid Ebn Al-Reza, menyatakan Iran memandang setiap ancaman sebagai sesuatu yang nyata dan akan terus meningkatkan kesiapan pertahanan.
Dalam dialog ini, KompasTV membahas eskalasi hubungan Iran dan Amerika Serikat serta prospek negosiasi kedua negara bersama pakar PPAU sekaligus alumni US Air War College, Agung Sasongkojati.
#iran #donaldtrump #amerikaserikat #timurtengah #geopolitik #kompastv
Baca Juga Rupiah Dibuka Melemah ke Rp18.031, Berpeluang Menguat usai Trump Batalkan Rencana Serangan ke Iran di https://www.kompas.tv/ekonomi/683617/rupiah-dibuka-melemah-ke-rp18-031-berpeluang-menguat-usai-trump-batalkan-rencana-serangan-ke-iran
Artikel ini bisa dilihat di :
https://www.kompas.tv/internasional/683722/full-iran-bantah-klaim-trump-minta-tunda-serangan-agung-sasongkojati-bahas-kompas-petang