CNN menyoroti strategi baru dalam konflik Iran melawan Amerika Serikat, di mana sekutu-sekutu Teheran seperti Hizbullah di Lebanon, Houthi di Yaman, serta kelompok pro-Iran di Irak kini berani turun gunung secara aktif untuk memperluas medan tempur dan menguras energi Washington.
Berdasarkan analisis dari lembaga riset internasional, keberanian para milisi ini didorong oleh hubungan kerja sama yang terjalin selama puluhan tahun, kesamaan pandangan terhadap musuh utama, serta kemandirian militer berkat transfer ilmu dan teknologi senjata dari Iran, seperti penggunaan drone FPV berserat optik yang sukses merepotkan Israel.
Alih-alih berfokus menyerang AS atau Israel secara langsung, poros perlawanan ini sengaja mengarahkan tekanannya ke negara-negara sekutu Washington di kawasan Teluk termasuk Arab Saudi guna mengganggu ekspor minyak, mendongkrak harga bahan bakar menjelang pemilu paruh waktu AS, dan memaksa Washington menerima tuntutan terkait kendali Selat Hormuz.
Desentralisasi kekuatan dan kemampuan mandiri yang semakin matang ini membuat jaringan proksi Iran menjadi jauh lebih tangguh, terdistribusi secara luas, dan semakin sulit diprediksi oleh lawan-lawannya.
Simak selengkapnya dalam video berikut!
Penulis Naskah: Elisabeth Putri Mulia
Narator: Elisabeth Putri Mulia
Video Editor: Elisabeth Putri Mulia
Produser: Marvel Dalty
Music: Future - Anno Domini Beats
#global #perang ##kompascomlab #Iran #IranvsAmerika #Amerika #PerangIran