Ketegangan Amerika Serikat dan Iran kembali memunculkan babak baru setelah muncul laporan bahwa unggahan media sosial prajurit AS diduga dimanfaatkan sebagai sumber intelijen untuk menilai hasil serangan rudal dan drone Iran.
Reuters melaporkan, Komando Pusat AS (CENTCOM) kini memperketat aturan penggunaan ponsel karena khawatir foto dan video yang diunggah personel militer justru mengungkap posisi, kondisi pangkalan, hingga efektivitas serangan kepada Teheran.
Di saat bersamaan, Financial Times mengungkap dugaan bahwa Iran memanfaatkan satelit TEE-01B buatan China yang diperoleh Garda Revolusi Iran (IRGC) pada akhir 2024. Berdasarkan dokumen militer Iran yang bocor, satelit tersebut disebut digunakan untuk memantau sejumlah fasilitas militer AS, termasuk Pangkalan Udara Prince Sultan di Arab Saudi, Pangkalan Udara Muwaffaq Salti di Yordania, kawasan Armada Kelima AS di Bahrain, hingga wilayah Erbil di Irak.
Lantas, seberapa besar ancaman media sosial terhadap keamanan militer modern?
Simak selengkapnya dalam video berikut!
Penulis Naskah: Nabilah Safirah
Narator: Nabilah Safirah
Video Editor: Nabilah Safirah
Produser: Marvel Dalty
#Global #Perang ##Kompascomlab #PrajuritIran #SabotaseIran #CitraSatelitIran #SeranganIran #MiliterAS #IRGC
Music: 35.000 Feet - The Mini Vandals