JAKARTA, KOMPAS.TV - Penyelidikan kasus kematian Sutrimo yang ditemukan meninggal dunia di depan Klinik di Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, terus bergulir.
Ketua Indonesia Risk Center Julius Ibrani menilai penyelidikan kematian Sutrimo sudah memiliki cukup indikasi untuk ditingkatkan ke tahap penyidikan.
"Ini bukan hanya nasib korban, ini bukan hanya nasib penegakan hukum dalam dugaan kasus korupsi yang melibatkan Eks Jampidsus FA, tetapi ini bicara soal kredibilitas negara," kata Julius dalam program Kompas Petang, Sabtu (1/8/2026).
Peneliti Pukat UGM Zaenur Rohman mendorong penyidik mengusut kemungkinan adanya obstruction of justice apabila kematian Sutrimo berkaitan dengan perkara korupsi yang sedang berjalan.