Presiden FIFA Gianni Infantino membatalkan rencana menjual sebagian bisnis komersial Piala Dunia kepada investor swasta.
Pembatalan ini setelah proposal tersebut memicu penolakan luas dari konfederasi sepak bola dunia hingga pejabat internal FIFA.
Infantino sebelumnya mengusulkan pembentukan perusahaan baru senilai 20 miliar dolar AS yang akan mengelola bisnis komersial FIFA. Termasuk Piala Dunia putra, Piala Dunia putri, dan Piala Dunia Antarklub.
Dalam proposal itu, 20 persen saham perusahaan akan dimiliki investor swasta, dengan perusahaan investasi asal New York yang didirikan Joshua Kushner disebut sebagai investor utama.
Namun, rencana tersebut mendapat penolakan berturut-turut dari UEFA, Konfederasi Sepak Bola Asia (AFC), dan Konfederasi Sepak Bola Amerika Utara, Tengah, dan Karibia (CONCACAF). Bahkan, penolakan juga datang dari orang-orang terdekat Infantino di FIFA.
Infantino mengatakan proposal itu akhirnya dibatalkan setelah berbagai masukan menunjukkan rencana tersebut justru memicu perpecahan di dunia sepak bola.