PURWAKARTA, KOMPAS.TV - Sepekan lebih satpam Waduk Jatiluhur tewas dengan tangan terborgol.
Benarkah Sumarna jadi korban pembunuhan berencana?
Sang istri yang sempat menemani korban di hari terakhir sebelum dinyatakan hilang, sempat melihat kejanggalan pada diri sang suami. Bapak dua anak yang biasanya semangat bekerja, malam itu tak seperti biasa.
Berdasarkan informasi yang kami himpun dari berbagai sumber, istri korban menjadi salah satu orang yang terakhir melihat Sumarna dalam kondisi bernyawa.
Korban berangkat bekerja ditemani istri sekitar pukul 08.00 WIB malam. Padahal, 3 jam sebelumnya, Sumarna baru pulang bekerja.
Sekitar pukul 09.00 WIB malam, Sumarna terpantau meninggalkan pos keamanan. Pos Keamanan Ubrug berada sekitar 500 meter dari rumah korban.
Sumarna teridentifikasi sempat mengirimkan pesan berisi kegiatannya sekitar pukul 02.00 WIB dini hari.
Hampir 1 jam kemudian, ponsel Sumarna sudah tak bisa dihubungi.
Begitu pula dengan radio panggil yang biasa dibawa satpam. Rekan-rekan almarhum akhirnya bergerak mencari.
Sekitar pukul 11.00 WIB siang, Sumarna akhirnya ditemukan tak bernyawa di Waduk Jatiluhur.
Sejumlah kejanggalan muncul. Borgol yang terpasang di tangan korban ternyata bukan borgol Sumarna. Borgol miliknya berada di motor yang dipakai untuk bekerja.
Barang berharga pria 40 tahun ini juga tak ada yang hilang. Sepeda motor masih berada di tempatnya, pun dengan ponsel yang ditemukan di saku korban.
Dari ponsel ini pula terkuak, korban memiliki utang kepada sejumlah orang.
Penyelidikan polisi masih berlangsung. Tapi, telunjuk warga menunjuk batang hidung anggota geng motor yang dua hari sebelumnya ditegur korban.
Mereka diduga tak terima dilarang Sumarna mencorat-coret di sekitar Waduk Jatiluhur.
Teori Sumarna dihabisi geng motor tak langsung diamini polisi.
Keberadaan borgol yang diduga bukan milik korban menjadi salah satu alasan.
Apalagi, selain minim saksi, polisi juga kesulitan karena tak ada CCTV di sekitar lokasi kejadian.
#satpam
Artikel ini bisa dilihat di :
https://www.kompas.tv/regional/683387/jejak-kematian-sumarna-satpam-yang-tewas-dengan-tangan-terborgol-di-waduk-jatiluhur-kompas-siang