KOMPAS.TV – Angkatan Darat Iran mengumumkan peluncuran gelombang serangan drone peledak sebagai bagian dari fase ke-27 Operasi Sa'eqeh atau Operasi Guntur. Dalam pernyataan resminya, Iran mengklaim serangan tersebut menargetkan Pangkalan Udara Ahmad Al-Jaber di Kuwait yang menjadi markas strategis militer Amerika Serikat.
Iran mengklaim berhasil menghancurkan tiga titik vital, yakni tempat perlindungan jet tempur, pusat sistem komunikasi satelit, dan gudang penyimpanan peralatan militer utama milik Amerika Serikat. Sementara itu, Pemerintah Kuwait mengonfirmasi sistem pertahanan udaranya sempat diaktifkan untuk mencegat proyektil di wilayah udara nasional.
Di saat yang sama, drone Iran juga menghantam wilayah Erbil, Irak. Iran menyebut target serangan adalah kelompok oposisi Kurdi Iran, faksi separatis anti-Teheran dan pro-Amerika Serikat, serta fasilitas militer Amerika Serikat. Situasi ini terjadi di tengah meningkatnya serangan balasan antara Iran dan Amerika Serikat.
Dalam video ini, KompasTV juga membahas perkembangan situasi tersebut bersama Guru Besar Hukum Internasional Universitas Indonesia, Prof. Hikmahanto Juwana, serta Pengamat Timur Tengah Badan Riset dan Inovasi Nasional, Nostalgiawan Wahyudi.
#iran #amerika #timurtengah #kuwait #irak #geopolitik
Baca Juga Kohanudnas dan Tantangan Perang Modern, Menjaga Langit Indonesia dari Ancaman Udara | JMP di https://www.kompas.tv/nasional/682915/kohanudnas-dan-tantangan-perang-modern-menjaga-langit-indonesia-dari-ancaman-udara-jmp
Artikel ini bisa dilihat di :
https://www.kompas.tv/internasional/683342/full-prof-hikmahanto-dan-brin-bahas-serangan-as-saudi-ke-milisi-pro-iran-sapa-malam