Iran kembali melancarkan serangan terhadap pasukan Amerika Serikat di kawasan Timur Tengah setelah beberapa hari terjadi jeda serangan pada Rabu (29/7/2026).
Langkah tersebut disebut AS sebagai serangan kejutan dan menjadi sorotan karena Teheran mengambil inisiatif menyerang ketika Washington baru menurunkan intensitas pemboman. Serangan kemudian diikuti gelombang serangan besar-besaran AS terhadap puluhan target Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) di Iran.
Perubahan tersebut dinilai mencerminkan pergeseran pendekatan militer Iran menuju postur yang lebih ofensif dan mengutamakan preemptive strike ketika Teheran membaca adanya ancaman yang dianggap segera.
Lantas, mengapa Iran memilih menembak lebih dulu saat Amerika Serikat sedang berhenti menyerang?
Simak selengkapnya dalam video berikut!
Penulis Naskah: Nabilah Safirah Narator: Nabilah Safirah Video Editor: Nabilah Safirah Produser: Marvel Dalty