KOMPAS.TV – Polda Metro Jaya memeriksa lima orang saksi dalam penyelidikan kasus kematian Sutrimo, pria yang diketahui bekerja di rumah mantan Jaksa Agung Muda Bidang Tindak Pidana Khusus (Jampidsus), Febrie Adriansyah.
Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya, Komisaris Besar Budi Hermanto, mengatakan lima saksi tersebut di antaranya AZ dan MOP yang merupakan pengemudi ambulans pembawa jenazah Sutrimo ke Banyumas, M yang membantu memindahkan jenazah dari ruang pemandian ke ambulans, serta MA yang melihat Sutrimo di Klinik Mordent Aesthetic, Kebayoran Baru, Jakarta, sebelum ditemukan meninggal dunia.
Selain itu, penyidik juga akan memeriksa dokter yang pertama kali menangani Sutrimo sebagai bagian dari proses penyelidikan.
Sementara itu, Pemerintah Desa Wlahar, Kabupaten Banyumas, mengaku terkejut mengetahui warganya bekerja di rumah Febrie Adriansyah. Kepala Desa Wlahar menyebut sebagian besar warganya yang merantau ke Jakarta bekerja sebagai asisten rumah tangga dan sopir pengusaha, bukan pejabat.
Kepala desa juga mengatakan keluarga Sutrimo masih masuk kategori masyarakat berpenghasilan rendah sehingga pernah menerima bantuan dari pemerintah desa.
#sutrimo #poldametrojaya #febrieadriansyah #banyumas #kriminal
Baca Juga Kenakan Rompi Tahanan, NH Jadi Tersangka Baru Kasus TPPU Febrie Adriansyah | KOMPAS PETANG di https://www.kompas.tv/nasional/683274/kenakan-rompi-tahanan-nh-jadi-tersangka-baru-kasus-tppu-febrie-adriansyah-kompas-petang
Artikel ini bisa dilihat di :
https://www.kompas.tv/regional/683278/buka-fakta-kepala-desa-wlahar-beberkan-kehidupan-sutrimo-sebelum-kasus-kematian-kompas-petang