JAKARTA, KOMPAS.TV - CEO Induk Koperasi Usaha Rakyat 2019–2025, Suroto, menilai kritik terhadap pemerintah tidak lepas dari pengaruh kelompok yang bergantung pada pendanaan asing.
Suroto mengatakan, "Selama ini kan kawan-kawan ini banyak bersuara, tapi mungkin dari donor asing, donor driven, banyak NGO-NGO kita itu kan juga yang terlalu berharap dari donor asing sehingga isu-isunya yang dikemas itu lepas dari pengawasan publik."
Pernyataan tersebut langsung dibantah Mensesneg Kabinet Bayangan, Feri Amsari. Menurutnya, tudingan semacam itu tidak memiliki dasar yang jelas.
Ia juga menilai tudingan tersebut bertolak belakang dengan sikap pemerintah yang terbuka terhadap kerja sama internasional.
Selain membantah tudingan donor asing, Feri mempertanyakan konsep Koperasi Merah Putih yang dinilai belum menunjukkan prinsip kolektivitas sebagaimana semangat koperasi.
Feri kemudian mengaitkan pendanaan program dengan hak masyarakat sebagai pembayar pajak.
"Jadi bagi saya ini adalah proyek yang mau digadang-gadangkan atas nama rakyat. Tetapi yang untung tetap segelintir orang. Sama persis dengan MBG juga."
Bagaimana menurut Anda? Tuliskan di kolom komentar.
Selengkapnya saksikan di sini: https://youtu.be/-b90us7CbOs
#kabinetmerahputih #kabinetbayangan #feriamsari
Artikel ini bisa dilihat di :
https://www.kompas.tv/talkshow/683177/debat-soal-koperasi-merah-putih-hingga-mbg-feri-amsari-yang-untung-tetap-segelintir-orang-rosi