Di tengah masa jeda konflik, Iran justru mengambil langkah tak terduga dengan melancarkan serangan rudal balistik mendadak ke pangkalan militer Amerika Serikat di Yordania pada Rabu (29/7/2026). Peneliti Iran Hamidreza Azizi dan analis keamanan John Phillips menilai tindakan ini mencerminkan pergeseran doktrin militer Teheran sejak wafatnya Khamenei dan titik balik konflik Juni 2025dari posisi bertahan menjadi postur asimetris yang jauh lebih agresif dan ofensif.
Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) kini memegang kendali penuh dan memilih memperpanjang konflik berintensitas tinggi ketimbang menerima perdamaian rapuh yang dikhawatirkan dapat memicu kembali gejolak demonstrasi serta keruntuhan ekonomi di dalam negeri.
Merespons serangan kejut tersebut, Presiden Donald Trump langsung bersumpah memberikan balasan keras, yang seketika ditindaklanjuti militer AS dengan menggempur puluhan titik strategis di Iran, mulai dari pusat komando hingga fasilitas rudal dan pertahanan pantai.
Eskalasi yang kembali memanas ini kian memperluas peta perang ke berbagai wilayah vital di kawasan mulai dari Selat Hormuz hingga Laut Merah dan Irak menandai bahwa ketegangan di Timur Tengah kini berada di titik paling berbahaya tanpa adanya kepastian kapan akan mereda.
Simak selengkapnya dalam video berikut!
Penulis Naskah: Elisabeth Putri Mulia Narator: Elisabeth Putri Mulia Video Editor: Elisabeth Putri Mulia Produser: Marvel Dalty