KOMPAS.TV – Musim kemarau membuat warga Pedukuhan Temu Ireng Dua, Kabupaten Gunungkidul, menghadapi krisis air bersih.
Warga terpaksa membeli air bersih menggunakan truk tangki, sementara pasokan air dari PDAM belum mengalir secara normal.
Kekeringan yang terjadi di Pedukuhan Temu Ireng Dua juga memaksa warga mengambil air dari telaga untuk kebutuhan pakan ternak.
Air PDAM disebut hanya mengalir 2 hingga 3 kali dalam sebulan dan kondisinya tidak stabil.
Akibatnya, warga harus membeli air bersih menggunakan truk tangki sebanyak dua kali dalam sebulan dengan biaya Rp150.000 untuk setiap pengiriman.
Warga berharap distribusi air PDAM dapat kembali stabil agar kebutuhan air bersih selama musim kemarau terpenuhi.
Sementara itu, warga Desa Gunung Putri, Situbondo, Jawa Timur, juga mengalami krisis air bersih akibat musim kemarau.
Warga membawa timba dan jeriken sejak pagi serta mengantre untuk mendapatkan bantuan air bersih yang disalurkan BPBD.
Musim kemarau membuat sejumlah sumber mata air di Situbondo mengecil bahkan mengering. BPBD Situbondo menyalurkan 5.000 liter air bersih menggunakan mobil tangki kepada warga terdampak.
BPBD Situbondo mencatat terdapat enam kecamatan di delapan desa yang mengalami krisis air bersih, dengan total 11.000 jiwa terdampak.
Baca Juga Karhutla di OKI Sumsel Masih Ditangani, BMKG Siapkan Modifikasi Cuaca | KOMPAS SIANG di https://www.kompas.tv/regional/683039/karhutla-di-oki-sumsel-masih-ditangani-bmkg-siapkan-modifikasi-cuaca-kompas-siang
#krisisair #kemarau #gunungkidul #situbondo
Artikel ini bisa dilihat di :
https://www.kompas.tv/regional/683048/akibat-kemarau-krisis-air-bersih-kekeringan-melanda-gunungkidul-dan-situbondo-kompas-siang