:

Iran Sulit Diprediksi AS: Taktik Asimetris Diubah, Rudal-Drone Dilengkapi Navigasi China

3 jam lalu

Iran disebut mengubah total strategi pertahanan udaranya setelah sistem radar dan jaringan pertahanan konvensionalnya terbukti rentan terhadap serangan presisi jarak jauh. 

Fokus pertahanan kini bergeser ke model asimetris yang memanfaatkan sensor optik pasif, kecerdasan buatan (AI), serta rudal dan drone berbiaya rendah untuk memperkuat kemampuan menghadapi serangan udara.

Perubahan tersebut tidak hanya mengandalkan teknologi dalam negeri, tetapi juga didukung pemanfaatan citra satelit, sistem navigasi, serta komponen elektronik yang dikaitkan dengan China dan Rusia. Di saat yang sama, Iran juga mengadopsi taktik salvo dan pola serangan yang dinilai mirip dengan metode yang digunakan Rusia dalam konflik Ukraina sehingga mampu meningkatkan efektivitas serangan terhadap target militer.

Lantas, benarkah perubahan strategi ini membuat pertahanan Iran jauh lebih sulit ditembus? 



Simak selengkapnya dalam video berikut!


Penulis Naskah: Nabilah Safirah

Narator: Nabilah Safirah

Video Editor: Fathir Rohman

Produser: Marvel Dalty


#Global #Konflik ##Kompascomlab #StrategiAsimetrisIran #PerangIran #TrumpIran #RudalIran #MiliterAS


Music: Inception - Aakash Gandhi

Berikan Komentar
Laporkan komentar

Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Batal edit?

Setelah dihapus, kamu tidak bisa membatalkan

Hapus Komentar

Setelah dihapus, kamu tidak bisa membatalkan

Oke
Sarapan di Ketinggian 230 Meter, Seperti Apa Rasanya?
Oke