Iran disebut mengubah total strategi pertahanan udaranya setelah sistem radar dan jaringan pertahanan konvensionalnya terbukti rentan terhadap serangan presisi jarak jauh.
Fokus pertahanan kini bergeser ke model asimetris yang memanfaatkan sensor optik pasif, kecerdasan buatan (AI), serta rudal dan drone berbiaya rendah untuk memperkuat kemampuan menghadapi serangan udara.
Perubahan tersebut tidak hanya mengandalkan teknologi dalam negeri, tetapi juga didukung pemanfaatan citra satelit, sistem navigasi, serta komponen elektronik yang dikaitkan dengan China dan Rusia. Di saat yang sama, Iran juga mengadopsi taktik salvo dan pola serangan yang dinilai mirip dengan metode yang digunakan Rusia dalam konflik Ukraina sehingga mampu meningkatkan efektivitas serangan terhadap target militer.
Lantas, benarkah perubahan strategi ini membuat pertahanan Iran jauh lebih sulit ditembus?
Simak selengkapnya dalam video berikut!
Penulis Naskah: Nabilah Safirah
Narator: Nabilah Safirah
Video Editor: Fathir Rohman
Produser: Marvel Dalty
#Global #Konflik ##Kompascomlab #StrategiAsimetrisIran #PerangIran #TrumpIran #RudalIran #MiliterAS
Music: Inception - Aakash Gandhi