JAKARTA, KOMPAS.TV - Kasus kematian seorang pria bernama Sutrimo di sebuah bekas klinik kecantikan Kebayoran Baru, Jakarta Selatan.
Keluarga Sutrimo di Banyumas, Jawa Tengah membenarkan jika Sutrimo bekerja di rumah eks Jampidsus Febrie Adriansyah di Jakarta.
Pihak keluarga membenarkan, jika almarhum memang sudah puluhan tahun bekerja di rumah mantan Jampidsus Febrie Adriansyah di Jakarta.
Namun pihak keluarga tidak mengetahui secara detail, di bagian apa Sutrimo dipekerjakan oleh eks Jampidsus Febrie.
Polisi melakukan olah tempat kejadian perkara lanjutan atas kematian seorang pria bernama Sutrimo di sebuah bekas klinik kecantikan Kramat Pela, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Senin (27/7/2026) siang.
Gedung tempat jasad Sutrimo ditemukan sudah tidak beroperasi sejak masa pandemi Covid-19.
Tim Inafis Satreskrim Polres Metro Jakarta Selatan, bersama Puslabfor Polri mendatangi lokasi penemuan jasad Sutrimo.
Namun petugas enggan menjelaskan apa saja temuan dalam olah TKP lanjutan ini.
Pada olah TKP sebelumnya, polisi mengamankan sejumlah barang bukti, di antaranya sebuah bantal berwarna biru, botol plastik, sampel sisa makanan dan minuman, serta satu unit sepeda motor matik yang berada di lokasi.
Sementara itu, pengacara Febrie Adriansyah, Febri Diansyah sempat merespons soal meninggalnya pria bernama Sutrimo yang ditemukan tewas pada Kamis (23/7/2026).
Menurut Febri, pihaknya masih menunggu keterangan resmi dari Polda Metro Jaya.
Bagaimana polisi mengusut kasus kematian pegawai eks Jampidsus Febrie, Sutrimo. Kita ulas bersama Penasihat Ahli Kapolri, Irjen Purnawirawan Aryanto Sutadi.
Baca Juga Kuasa Hukum Febrie Adriansyah soal Kematian Sutrimo Eks Pegawai Kliennya di https://www.kompas.tv/nasional/682745/kuasa-hukum-febrie-adriansyah-soal-kematian-sutrimo-eks-pegawai-kliennya
#sutrimo #febrieadriansyah #eksjampidsus
Artikel ini bisa dilihat di :
https://www.kompas.tv/nasional/682796/full-keluarga-sutrimo-akui-sudah-ikhlas-dan-tidak-akan-menuntut-penasihat-ahli-kapolri-janggal