KOMPAS.TV - Presiden Amerika Donald Trump mengatakan kepada wartawan bahwa Iran ingin berbicara soal negosiasi damai.
Trump menjelaskan soal kelanjutan kesepakatan damai tidak ada seorang pun yang bisa mendiktenya, mengenai apa yang harus dilakukan, termasuk Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu.
Dalam kesempatan yang sama, Trump juga membantah soal amunisi Amerika yang menipis jika konflik yang melibatkan AS dan sekutunya meluas.
Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmaeil Baqaei membantah pernyataan Amerika soal Iran meminta pertemuan untuk membahas negosiasi atau kesepakatan damai.
Teheran menegaskan saat ini tengah fokus pada pertahanan dan bukan membahas poin-poin kesepakatan damai.
Iran hanya menerima draf dari mediator atau pesan dari pihak Amerika.
Usai 2 pekan peperangan AS-Iran, Amerika menahan serangan, namun sejumlah serangan lain dilakukan sekutu AS, di antaranya Ukraina yang menembak kapal Iran.
Apakah ancaman Iran soal konflik meluas sudah di depan mata, kita bahas bersama Peneliti Senior Indo Pacific Strategic Intelligence, Fauzia G. Cempaka Timur.
Baca Juga [FULL] Peneliti Senior ISI Bahas Negoisasi Iran-AS Tak Ada Titik Terang, Trump Temui & PM Israel di https://www.kompas.tv/internasional/682767/full-peneliti-senior-isi-bahas-negoisasi-iran-as-tak-ada-titik-terang-trump-temui-pm-israel
#iran #amerika #trump
_
Sahabat KompasTV, Mulai 1 Februari 2026 KompasTV pindah channel. Dapatkan selalu berita dan informasi terupdate KompasTV, di televisi anda di Channel 11 pada perangkat TV Digital atau Set Top Box. Satu Langkah lebih dekat, satu Langkah makin terpercaya!
Artikel ini bisa dilihat di :
https://www.kompas.tv/internasional/682774/full-peneliti-senior-soal-potensi-meluasnya-perang-as-iran-usai-ukraina-serang-kapal-iran