Konflik bersenjata yang dipicu oleh Amerika Serikat pada awal Juli 2026 kini berbalik menjadi tantangan berat bagi Washington setelah Iran bangkit menggunakan "trio maut" strategi militer, yang memadukan citra satelit komersial, komponen navigasi GPS ganda asal China dan Rusia, serta pola serangan salvo bertubi-tubi. Kombinasi taktik ini membuat pertahanan udara AS kewalahan, sementara Gedung Putih memilih menahan laju serangan demi membuka ruang diplomasi, kendati Presiden Donald Trump tetap mengandalkan jaminan dari para pemimpin dunia bahwa Teheran tidak mendapat pasokan senjata langsung.
Di balik efektivitas serangan tersebut, rudal balistik jarak menengah Kheibar Shekan menjadi momok paling ditakuti karena biaya produksinya yang murah namun memiliki mobilitas tinggi, sistem peluncuran fleksibel dari truk, serta hulu ledak adaptif yang mampu bermanuver menghindari pencegat. Sementara Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) mengklaim telah melumpuhkan puluhan radar, pusat data Amazon di Bahrain, hingga menghancurkan sejumlah hanggar pesawat dan fasilitas logistik militer di kawasan Teluk, fakta ini menegaskan bahwa inovasi asimetris Iran mampu menekan dominasi militer konvensional Amerika Serikat.
Simak selengkapnya dalam video berikut!
Penulis Naskah: Elisabeth Putri Mulia
Narator: Elisabeth Putri Mulia
Video Editor: Fathir Rohman
Produser: Marvel Dalty
Music: Chariots of War - Aakash Gandhi
#global #perang ##kompascomlab #Iran #IranvsAmerika #Amerika #PerangIran