KOMPAS.TV – Perang di Iran memicu kenaikan harga bahan bakar minyak di berbagai negara dan berdampak pada kehidupan masyarakat yang berada ribuan kilometer dari wilayah konflik. Di Manila, Filipina, lonjakan harga solar membuat seorang pengemudi jeepney kehilangan penghasilan dan harus berjuang memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari.
Edgar Funelas kini tinggal bersama putrinya yang berusia 10 tahun di dalam jeepney miliknya. Sebelumnya, rumah dan seluruh harta bendanya hangus terbakar sehingga kendaraan tersebut menjadi satu-satunya tempat mereka berteduh.
Edgar sempat berharap dapat menyisihkan penghasilan untuk menyewa tempat tinggal. Namun, kenaikan harga solar membuatnya tidak lagi mampu membeli bahan bakar untuk mengoperasikan jeepney yang selama ini menjadi sumber nafkah keluarganya.
Sudah berhari-hari Edgar tidak memperoleh penghasilan. Ia berusaha mencari pekerjaan lain, termasuk membantu mengatur antrean penumpang di terminal jeepney demi mendapatkan upah harian. Dalam kondisi sulit, Edgar dan putrinya kerap bertahan hidup dari makanan pemberian orang lain, sementara putrinya terpaksa berhenti bersekolah.
Sebelum perang, Edgar mampu memperoleh sekitar 8 dolar Amerika Serikat atau sekitar Rp144 ribu per hari sebagai pengemudi jeepney, bahkan bisa dua kali lipat pada hari-hari tertentu. Kini, dari setiap jeepney yang berhasil diisi penumpang, ia hanya memperoleh sekitar 16 sen dolar Amerika Serikat atau sekitar Rp2.800.
Edgar berharap harga bahan bakar segera turun, perang berakhir, dan ia dapat kembali bekerja untuk memenuhi kebutuhan hidup bersama putrinya.
#Iran #Filipina #Manila #Jeepney #HargaBBM #KrisisEnergi #Perang
Baca Juga Trump Nyatakan Amerika Serikat Siap Serang Iran, CENTCOM Cegat Kapal Tanker | KOMPAS SIANG di https://www.kompas.tv/internasional/682722/trump-nyatakan-amerika-serikat-siap-serang-iran-centcom-cegat-kapal-tanker-kompas-siang
Artikel ini bisa dilihat di :
https://www.kompas.tv/internasional/682725/harga-bbm-naik-akibat-perang-iran-pengemudi-jeepney-di-filipina-kehilangan-penghasilan-sapa-siang