Puluhan aset mahal Amerika serikat di empat negara teluk dilaporkan porak-poranda dihantam rudal dan drone Iran, dalam serangan 15 hari lebih selama Juli 2026. Iran dilaporkan kian presisi dengan menargetkan radar dan hanggar penyimpanan jet tempur AS yang terparkir di Kuwait, Bahrain, Yordania, dan Oman.
Operasi yang disebut sebagai bagian dari gelombang ke-24 Operasi Nasr-2 itu, Iran mengeklaim menyasar sistem pertahanan udara Patriot, pusat komunikasi satelit Pentagon di kawasan. Menurut IRGC, serangan dilakukan sebagai respons atas agresi militer Amerika terhadap Iran.
Dalam operasi yang diumumkan sekitar 2122 Juli 2026, Iran mengaku menghancurkan radar peringatan dini di Kuwait, sistem Patriot di Bahrain, radar pertahanan rudal di Yordania, hingga radar pengendali maritim dan udara di Oman.
IRGC juga menyebut menggunakan rudal hipersonik seperti Kheybar-Shekan dan Fatah-1, yang diklaim mampu menembus sistem pertahanan udara Amerika. Selain itu, Iran mengaku memanfaatkan satelit Khayyam untuk meningkatkan kemampuan pengawasan dan penentuan sasaran secara presisi.
Simak selengkapnya dalam video berikut!
Penulis Naskah: Nabilah Safirah
Narator: Nabilah Safirah
Video Editor: Nabilah Safirah
Produser: Marvel Dalty
#Global #Konflik ##Kompascomlab #SeranganIran #KawasanTeluk #Kuwait #Bahrain #MiliterAS #IRGC
Music: Duty Calls - Rod Kim