PURWAKARTA, KOMPAS.TV – Polisi masih menyelidiki penyebab kematian seorang satpam BUMN yang jasadnya ditemukan mengambang di tepi Waduk Jatiluhur, Purwakarta, Jawa Barat, dengan kondisi kedua tangan terborgol ke belakang pada Jumat 24 Juli 2026. Hingga kini, sebanyak 15 saksi telah diperiksa, namun belum ada tersangka yang ditetapkan.
Berdasarkan hasil pemeriksaan terhadap saksi, yang terdiri dari keluarga, rekan kerja, dan orang-orang terdekat korban, polisi mengungkap fakta bahwa korban memiliki persoalan keuangan. Meski demikian, penyidik masih terus mendalami kaitan temuan tersebut dengan penyebab kematian korban.
Korban bernama Sumarna diketahui sempat hilang kontak sejak Jumat dini hari saat bertugas menjaga objek vital Bendungan Jatiluhur. Sebelum ditemukan meninggal dunia, korban diduga sempat terlibat cekcok dengan sekelompok pemuda yang akan melakukan vandalisme di kawasan tersebut.
Dalam olah tempat kejadian perkara, polisi menemukan handy talky (HT) milik korban, serta dua borgol yang berbeda lokasi, yakni satu terpasang di tangan korban dan satu lagi ditemukan di sepeda motor korban. Temuan tersebut masih didalami penyidik.
Sementara itu, hasil autopsi menunjukkan adanya luka pada wajah dan bagian belakang kepala yang diduga akibat benturan benda tumpul. Berdasarkan informasi yang diperoleh, korban juga diduga mengalami luka jeratan. Polisi masih mendalami seluruh temuan, termasuk memeriksa telepon seluler korban untuk menelusuri komunikasi terakhir sebelum korban meninggal dunia.
#Purwakarta #WadukJatiluhur #Satpam #Penyelidikan #JawaBarat #Polisi
Baca Juga Gubernur Dedi Mulyadi Desak Polisi Segera Tangkap Pelaku Kasus Satpam Tewas Terborgol di https://www.kompas.tv/regional/682581/gubernur-dedi-mulyadi-desak-polisi-segera-tangkap-pelaku-kasus-satpam-tewas-terborgol
Artikel ini bisa dilihat di :
https://www.kompas.tv/regional/682706/menelusuri-tkp-misteri-kematian-satpam-terborgol-di-waduk-jatiluhur-kompas-siang