:

Polisi Pastikan Ledakan Rumah di Grand Polonia Dipicu Kebocoran Gas Bumi | DIPO INVESTIGASI

4 hari lalu

JAKARTA, KOMPASTV - Polrestabes Medan memastikan ledakan dahsyat yang terjadi di sebuah rumah di kawasan Perumahan Grand Polonia pada Senin, 20 Juli 2026, disebabkan oleh kebocoran gas bumi yang tersalurkan ke jaringan rumah tangga. 

Kesimpulan tersebut diperoleh setelah penyelidikan bersama tim Laboratorium Forensik (Labfor) dan Perusahaan Gas Negara (PGN).

"Langkah pertama yang kami lakukan adalah screening awal oleh tim Jibom Brimob untuk memastikan apakah ledakan berasal dari bahan peledak atau unsur terorisme. Hasilnya dipastikan tidak ada bahan peledak maupun indikasi tindak teror," ujar Kapolrestabes Medan, Kombes Pol Jean Calvijn Simanjuntak dalam tayangan Dipo Investigasi, Senin (27/7/2026). (Timecode 11:17)

Secara keseluruhan terdapat enam korban dalam peristiwa tersebut.

"Secara total ada enam korban, tiga korban meninggal dunia dan tiga korban berhasil diselamatkan," jelasnya.

Berdasarkan keterangan para saksi serta hasil investigasi Laboratorium Forensik bersama PGN, polisi menyimpulkan penyebab ledakan berasal dari kebocoran gas bumi.

"Sampai dengan keterangan ahli kemarin, baik dari Labfor yang melakukan investigasi bersama dengan PGN, sudah disimpulkan bahwa penyebabnya adalah kebocoran gas bumi yang disalurkan di perumahan rumah tangga," ujar Kapolrestabes Medan. (Timecode 16:15)

Sahabat KompasTV, Mulai 1 Februari 2026 KompasTV pindah channel. Dapatkan selalu berita dan informasi terupdate KompasTV, di televisi anda di Channel 11 pada perangkat TV Digital atau Set Top Box. Satu Langkah lebih dekat, satu Langkah makin terpercaya!
Produser: Yuilyana 
Thumbnail Editor: Aqshal

#ledakan #polonia #medan #dipoinvestigasi

Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/video/682597/polisi-pastikan-ledakan-rumah-di-grand-polonia-dipicu-kebocoran-gas-bumi-dipo-investigasi

Berikan Komentar
Laporkan komentar

Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Batal edit?

Setelah dihapus, kamu tidak bisa membatalkan

Hapus Komentar

Setelah dihapus, kamu tidak bisa membatalkan

Oke
DIPO
Proses Sketsa Wajah Terduga Pelaku Penculik Alvaro oleh Polisi, Sebelum Ditemukan Meninggal | DIPO
Konten disembunyikan.
Muat ulang halaman untuk perbarui rekomendasi.
Kesaksian Marbot Masjid Detik-Detik Alvaro Dicari Ayah Tiri Sebelum Ditemukan Meninggal | DIPO
Konten disembunyikan.
Muat ulang halaman untuk perbarui rekomendasi.
Penelusuran ke Masjid Sebelum Alvaro Ditemukan Meninggal, Kakek-Nenek Curigai Orang Dekat | DIPO
Konten disembunyikan.
Muat ulang halaman untuk perbarui rekomendasi.
Analisa Pakar IT Terkait CCTV Arya Daru: Yang Disampaikan Polisi Lebih Mengarah ke Asumsi | DIPO
Konten disembunyikan.
Muat ulang halaman untuk perbarui rekomendasi.
Eksklusif! Penjaga Kos Beber Fakta Baru Kasus Arya Daru hingga Kebiasan Buang Sampah | DIPO
Konten disembunyikan.
Muat ulang halaman untuk perbarui rekomendasi.
Kematian Ermanto Usman Dibedah Kriminolog: Diduga Bukan Perampokan, Mengarah Pembunuhan | DIPO
Konten disembunyikan.
Muat ulang halaman untuk perbarui rekomendasi.
Kejanggalan Tewasnya Ermanto Usman: Kamar Terkunci, Kunci Hilang, Wifi Dicabut | DIPO INVESTIGASI
Konten disembunyikan.
Muat ulang halaman untuk perbarui rekomendasi.
Kejanggalan Kematian Aktivis Pelabuhan Ermanto Usman: Perampokan atau Pembunuhan? | DIPO INVESTIGASI
Konten disembunyikan.
Muat ulang halaman untuk perbarui rekomendasi.
[FULL] Ironi Anggaran Pendidikan: Sekolah Rusak dan Kesejahteraan Guru Diperhatikan? | DIPO
Konten disembunyikan.
Muat ulang halaman untuk perbarui rekomendasi.
Kisah Saleh, 14 Tahun jadi Guru Honorer kini PPPK Paruh Waktu, Sudah Sejahtera? | DIPO INVESTIGASI
Konten disembunyikan.
Muat ulang halaman untuk perbarui rekomendasi.
Sarapan di Ketinggian 230 Meter, Seperti Apa Rasanya?
Oke