ACEH, KOMPAS.TV - Warga, termasuk anak-anak hingga lansia di Aceh Barat, Aceh, menjadikan seutas tali sebagai jembatan satu-satunya untuk beraktivitas.
Kondisi ini terjadi lantaran jembatan yang sebelumnya dalam kondisi layak hanyut diterjang banjir bandang pada November 2025 dan belum ada upaya pembangunan kembali.
Tidak layak, tidak aman, dan tidak seharusnya, kondisi ini harus dialami anak-anak saat mereka hendak berangkat ke sekolah untuk menimba ilmu.
Namun, kondisi menyeberangi sungai di atas seutas tali, mau tidak mau harus dilakukan oleh masyarakat Dusun Sara Sare, Gampong Sikundo, Aceh Barat, lantaran tak ada jembatan lain yang bisa digunakan untuk beraktivitas.
Ikatan kabel tali ini jadi alat utama masyarakat untuk menyeberang karena jembatan sebelumnya hanyut diterjang banjir saat bencana pada 26 November 2025.
Meski menghadapi rasa takut, tak ada pilihan lain yang bisa dilakukan selain harus menapakkan kaki di atas seutas tali.
Warga menyebut belum tahu kapan jembatan yang layak akan dibangun. Sambil berharap ada respons dari pemerintah, derasnya arus sungai dan minimnya infrastruktur jadi kondisi yang mau tak mau harus dihadapi untuk saat ini.
Baca Juga Kebakaran Hanguskan Garasi Bus di Medan, Diduga Dipicu Percikan Gerinda | KOMPAS PETANG di https://www.kompas.tv/regional/682566/kebakaran-hanguskan-garasi-bus-di-medan-diduga-dipicu-percikan-gerinda-kompas-petang
#guru #siswa #aceh #bencanasumatera
Artikel ini bisa dilihat di :
https://www.kompas.tv/regional/682568/tak-ada-akses-lain-guru-dan-siswa-di-aceh-barat-terpaksa-seberangi-sungai-dengan-seutas-tali