:

AS Dipermalukan Iran: Amunisi Dikuras Langsung Setop Perang, Rekayasa Jumlah Korban Prajurit

14 jam lalu

Perang antara Amerika Serikat dan Iran yang berlangsung sengit sepanjang Juli 2026 tiba-tiba terhenti setelah Washington dilaporkan menunda rencana serangan besar-besaran. Keputusan mendadak ini diambil di tengah kekhawatiran internal Pentagon yang disampaikan oleh Kepala Staf Gabungan Jenderal Dan Caine terkait semakin menipisnya stok amunisi, khususnya rudal pencegat Patriot yang diperkirakan telah ditembakkan sebanyak 1.500 unit sejak awal konflik.

Selain krisis logistik militer, Pentagon juga mendapat sorotan tajam setelah CNN mengungkap adanya ketidakwajaran dan potensi rekayasa dalam pelacakan data korban dari sisi AS. CNN menemukan jumlah korban luka AS mencapai 624 orang, lebih dari laporan Pentagon yakni 424  orang. Sedangkan jumlah pasukan AS yang meninggal dunia kini sudah mencapai 18 orang.

Jatuhnya prajurit AS ini membuat dunia melirik kemampuan Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) menggunakan rudal dan drone. Dalam rilis terbarunya, Iran mengklaim telah melumpuhkan belasan sistem radar serta menghancurkan sejumlah aset penting seperti hanggar drone MQ-9 dan jet F-15. Meski hal itu dibantah Presiden Donald Trump yang tetap berdalih bahwa penghentian sementara serangan ini diberikan untuk membuka ruang bagi jalur diplomasi dan perundingan damai.

Simak selengkapnya dalam video berikut!

Penulis Naskah: Elisabeth Putri Mulia
Narator: Elisabeth Putri Mulia
Video Editor: Fathir Rohman
Produser: Marvel Dalty

Music: Eyes of Glory - Aakash Gandhi

#global #perang ##kompascomlab #Iran #IranvsAmerika #Amerika #PerangIran

Berikan Komentar
Laporkan komentar

Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Batal edit?

Setelah dihapus, kamu tidak bisa membatalkan

Hapus Komentar

Setelah dihapus, kamu tidak bisa membatalkan

Oke
Sarapan di Ketinggian 230 Meter, Seperti Apa Rasanya?
Oke