Isu liar yang menyebutkan bentrokan di Matraman dipicu oleh pelanggan yang tidak membayar nasi uduk dibantah oleh warga dan saksi mata di lokasi. Berdasarkan penelusuran, insiden tersebut murni dipicu oleh perselisihan personal yang berujung pada aksi pengeroyokan dan pengerahan massa.
"Di medsos katanya nggak bayar, itu tidak benar. Dia habis makan dan bayar semuanya. Jadi bukan itu masalahnya," kata Rino, salah satu perwakilan warga.
Keterangan senada disampaikan oleh Lina, pedagang di sekitar tempat kejadian perkara (TKP). Menurutnya, pelaku awalnya memicu keributan tanpa alasan yang jelas setelah terlibat cekcok dengan warga sekitar.
"Sebenarnya dia nggak makan (nasi uduk), cuma rusuh aja. Kayaknya dia kesal, terus gerobak nasi uduk dibalik-balikin. Semua orang kena imbasnya, bahkan yang cuma lewat pun dipukulin," kata Lina.
Ketegangan sempat memuncak ketika kelompok massa dari pihak pelaku kembali mendatangi lokasi pada malam hari dengan membawa senjata tajam. Namun, kehadiran personel TNI dan Polri di lokasi berhasil meredam emosi massa sehingga bentrokan susulan tidak pecah.
Penulis: Siti Laela Malhikmah
Video Jurnalis: Siti Laela Malhikmah,
Video Editor: Siti Laela Malhikmah
Produser: Diamanty Meiliana
#Peristiwa #BentrokMatraman #JakartaPusat #BeritaTerbaru #Klarifikasi #Viral #Matraman #PolresJakartaPusat #TNIPolri