JAKARTA, KOMPAS.TV - Dinamika konflik antara Amerika Serikat dan Iran semakin memanas di tengah upaya diplomasi yang terus diuji.
Presiden AS Donald Trump menyatakan Amerika masih membuka pintu negosiasi dengan Iran, tapi di satu sisi nyatanya Amerika masih menempatkan militernya dalam status siap siaga untuk menghadapi Iran.
Trump mewanti-wanti Tiongkok dan Rusia agar tidak terlibat dalam mempersenjatai Iran.
Pengamat militer CIDE, Anton Aliabbas mengatakan di tengah dinamika perang kedua pihak gencar melakukan back door diplomacy.
"Bagaimana mereka mencoba membuka semua potensi agar terjadinya gencatan senjata," ujar Anton.