Pemain judi online disebut tidak mungkin memenangkan permainan karena algoritmanya sudah diatur oleh pemilik situs judi online (judol). Pernyataan itu disampaikan Kepala Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPAT) Ivan Yustiavandana, Jumat (2/5/2025).
Ivan menyebut algoritma judi online diatur agar seorang pemain judi online harus mengeluarkan uang yang lebih besar untuk mendapatkan hadiah dengan nilai yang lebih kecil. Terkadang, para pemain merasa sudah menang banyak dari judi online, padahal mereka sudah kalah banyak sebelum menang. Ivan menyebut siklus itu terus berulang pada masyarakat yang sudah kecanduan judol sehingga banyak keluarga dan masa depan yang hancur. PPATK pun menemukan banyak masyarakat yang awalnya dipaksa untuk ikut bermain judol.
Simak selengkapnya dalam video berikut!
Mau tau gimana rasanya hidup ala "Harvest Moon" di dunia nyata? Yuk, tonton videonya lewat link berikut!
https://youtu.be/XrhhjQ1dKl0
Penulis: Shela Octavia, Dinda Aulia Ramadhanty
Penulis Naskah: Musayadah Khusnul Khotimah
Narator: Musayadah Khusnul Khotimah
Video Editor: Musayadah Khusnul Khotimah
Produser: Musayadah Khusnul Khotimah
Musik: Land of the RetroOnes - RAGE
#Peristiwa #Viral ##cclabs ##DailyNews #ecolab #ekonomi #AlgoritmaJudol #SistemJudol #PemainJudolMustahilMenang