Masyarakat diminta tidak terburu-buru menganggap musim kemarau telah berakhir, hanya karena hujan ringan masih turun di sejumlah wilayah di Indonesia.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menegaskan hujan tersebut merupakan fenomena yang normal terjadi pada musim kemarau, dan bukan menjadi penanda datangnya musim hujan.
BMKG menjelaskan, kondisi atmosfer saat ini masih menunjukkan Indonesia, khususnya wilayah Nusa Tenggara Barat (NTB), berada dalam fase musim kemarau.
Bahkan, puncak musim kemarau diperkirakan baru akan terjadi pada Agustus 2026.
Ketua Kelompok Kerja Observasi, Data, dan Informasi Stasiun Meteorologi Zainuddin Abdul Madjid (ZAM), Ari Wibianto menjelaskan, hujan ringan yang terjadi di musim kemarau dipicu anomali suhu muka laut yang meningkatkan potensi penguapan.