Negara-negara penghasil minyak di kawasan Teluk mulai mempercepat rencana untuk mengurangi ketergantungan terhadap Selat Hormuz.
Laporan Associated Press, Kamis (23/7/2026), ada tujuh proyek jalur pipa utama kini sedang dibangun, berada dalam tahap perencanaan, maupun masih dibahas.
Langkah ini diarahkan untuk mengalihkan pasokan minyak mentah menuju pelabuhan di Laut Merah, Terusan Suez, dan Teluk Oman di tengah situasi keamanan kawasan yang belum stabil.
Sebelum perang pecah, sekitar 15 juta barel minyak dari kawasan Teluk Persia dikirim setiap hari melalui Selat Hormuz, menjadikannya salah satu jalur penyempitan (chokepoint) energi paling vital di dunia.
Namun, seiring berlanjutnya gangguan lalu lintas di selat yang berada di sepanjang pesisir Iran tersebut, negara-negara produsen minyak Teluk mulai meningkatkan upaya mengurangi ketergantungan pada satu jalur perairan strategis.