Sebuah pertanyaan muncul sejak perang pecah pada 28 Februari 2026 hingga yang terbaru pada Juli 2026, 'mengapa negara-negara teluk terkesan pasrah digempur rudal dan drone Iran?'
Negara-negara Teluk seperti Arab Saudi, Uni Emirat Arab, Qatar, Kuwait, Bahrain, dan Oman menjadi sasaran serangan rudal Iran selama perang melawan Amerika Serikat. Serangan tersebut menghantam infrastruktur energi, kilang minyak, pembangkit listrik, hingga jalur perdagangan strategis, dengan estimasi kerugian mencapai lebih dari Rp1.000 triliun menurut Rystad Energy.
Namun, di tengah kerusakan besar tersebut, negara-negara Teluk tidak memilih membalas Iran secara militer. Mengapa mereka justru menahan diri? Sejumlah analis menilai ini tidak lepas dari perhitungan negara-negara teluk di mana menggempur balik akan lebih merusak iklim perdagangan dan kestabilan ekonomi kawasan.
Lantas apa yang diinginkan dan bagaimana negara teluk menghadapi perang ini?
Simak selengkapnya dalam video berikut!
Penulis Naskah: Nabilah Safirah
Narator: Nabilah Safirah
Video Editor: Nabilah Safirah
Produser: Marvel Dalty
#Global #Konflik ##Kompascomlab #NegaraTeluk #Iran #SeranganIran #ArabSaudi #Qatar #UEA #GCC #RudalIran
Music: Chariots of War - Aakash Gandhi