:

Abraham Samad Ungkap SBY Tangani Kasus Cicak VS Buaya, Bakom: Presiden Pantau Kasus Eks Jampidsus

1 minggu lalu

JAKARTA, KOMPAS.TV - Ketua KPK 2011–2015, Abraham Samad menilai Presiden dapat mengambil peran untuk memastikan penanganan perkara berjalan baik, sepanjang tidak mencampuri proses hukum.

Pernyataan itu disampaikan saat menanggapi pertanyaan mengenai sejauh mana Presiden dapat mendorong penyelesaian perkara yang melibatkan aparat penegak hukum tanpa melakukan intervensi.

Abraham kemudian mengisahkan pengalamannya saat memimpin KPK pada era Presiden ke-6 Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), ketika terjadi ketegangan dalam kasus Cicak versus Buaya yang melibatkan dua jenderal polisi.

Menurutnya, saat itu Menteri Sekretaris Negara Sudi Silalahi menghubunginya untuk menghadiri rapat di Istana bersama Kapolri dan Jaksa Agung demi meredam gesekan antarlembaga.

Abraham menceritakan rapat tersebut berlangsung berjam-jam hingga waktu Maghrib. Di akhir rapat, Presiden SBY mengambil keputusan untuk memastikan penanganan perkara berjalan dengan baik.

Sementara itu, Deputi III Bakom RI Kurnia Ramadhana meyakini Presiden Prabowo Subianto mengetahui perkembangan perkara yang sedang menjadi perhatian publik.

Menurut Kurnia, kunjungan Kapolri ke Mabes TNI dan Kejaksaan Agung merupakan penegasan agar soliditas aparat penegak hukum tetap terjaga di tengah proses hukum yang berlangsung.

Di sisi lain, Kurnia juga menilai langkah Kejaksaan Agung membuka identitas tim penyidik kepada publik menjadi upaya untuk memperkuat kepercayaan masyarakat terhadap proses penegakan hukum.

 

Bagaimana menurut Anda? Tulis di kolom komentar. 

Selengkapnya saksikan di sini: https://youtu.be/GNfxqpCBxf8 

Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/talkshow/681864/abraham-samad-ungkap-sby-tangani-kasus-cicak-vs-buaya-bakom-presiden-pantau-kasus-eks-jampidsus

Berikan Komentar
Laporkan komentar

Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Batal edit?

Setelah dihapus, kamu tidak bisa membatalkan

Hapus Komentar

Setelah dihapus, kamu tidak bisa membatalkan

Oke
Satu Meja The Forum
[FULL] Panglima TNI Tetapkan Siaga 1 Pasca Iran Diserang Israel-AS, Indonesia Terdampak? | SATU MEJA
Konten disembunyikan.
Muat ulang halaman untuk perbarui rekomendasi.
Panglima TNI Siaga, DPR Ingatkan Jangan Overdosis Darurat Militer | SATU MEJA
Konten disembunyikan.
Muat ulang halaman untuk perbarui rekomendasi.
Purbaya Bantah Ekonomi Indonesia Krisis, DPR: Tidak Masuk Akal | SATU MEJA
Konten disembunyikan.
Muat ulang halaman untuk perbarui rekomendasi.
DEBAT! Beda Pendapat Feri Amsari dan Qodari soal Siaga 1 TNI hingga Impor Beras | SATU MEJA
Konten disembunyikan.
Muat ulang halaman untuk perbarui rekomendasi.
Panglima TNI Tetapkan Siaga 1 Dampak Perang Iran VS Israel-AS, DPR: Too Early | SATU MEJA
Konten disembunyikan.
Muat ulang halaman untuk perbarui rekomendasi.
[FULL] AS-Israel Serang Iran, Indonesia Akan Mundur dari Board of Peace demi Palestina? | SATU MEJA
Konten disembunyikan.
Muat ulang halaman untuk perbarui rekomendasi.
Singgung Board of Peace dan Palestina, Pengamat Desak Presiden Prabowo Dengarkan Masukan | SATU MEJA
Konten disembunyikan.
Muat ulang halaman untuk perbarui rekomendasi.
AS-Israel Serang Iran hingga Singgung BOP Proyek Bisnis, Indonesia Bisa Tinggalkan Trump? |SATU MEJA
Konten disembunyikan.
Muat ulang halaman untuk perbarui rekomendasi.
Selat Hormuz Kembali Normal, Ancaman Krisis Energi Indonesia Mereda? | SATU MEJA
Konten disembunyikan.
Muat ulang halaman untuk perbarui rekomendasi.
Eks Dubes Dian WIrengjurit Bongkar Penyebab Iran Berkali-kali Kecewa kepada Indonesia | SATU MEJA
Konten disembunyikan.
Muat ulang halaman untuk perbarui rekomendasi.
Sarapan di Ketinggian 230 Meter, Seperti Apa Rasanya?
Oke