Presiden Amerika Serikat Donald Trump menuai sorotan tajam setelah secara konsisten menghindari penggunaan kata "perang" dan memilih istilah "konflik militer" untuk menggambarkan situasi di Teluk dalam unggahannya di Truth Social.
Alih-alih mengakui skala sebenarnya, ia mengecilkan durasi dan korban jiwa dan membandingkannya dengan konflik masa lalu, meski data di lapangan menunjukkan bahwa pertempuran sejak 28 Februari hingga Juli 2026 ini telah menewaskan 18 prajurit AS dan 420 lainnya.
Di sisi lain, pengeluaran militer AS melonjak drastis hingga menyentuh kisaran 37,5 hingga 40 miliar dolar AS, sementara Menteri Pertahanan Pete Hegseth justru kembali mengajukan permintaan tambahan dana triliunan rupiah di hadapan Kongres. Dengan minimnya kejelasan arah kebijakan dan opsi penyelesaian yang sama-sama buruk, perang yang awalnya dianggap sepele oleh Trump kini berbalik menguras kas negara dan merendahkan kredibilitas militer Amerika tanpa garis akhir yang pasti.
Simak selengkapnya dalam video berikut!
Penulis Naskah: Elisabeth Putri Mulia
Narator: Elisabeth Putri Mulia
Video Editor: Elisabeth Putri Mulia
Produser: Marvel Dalty
Music: Future - Anno Domini Beats
#global #perang ##kompascomlab #Iran #AmerikaSerikat #IranvsAmerika