Iran kembali membuka luka lama dengan Kuwait. Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran Esmaeil Baqaei mengungkit bantuan Iran pada 1991, ketika 47 spesialis industri minyak dikirim untuk membantu memadamkan kebakaran dan menutup 28 sumur minyak di Kuwait. Namun, Baqaei kini menilai Kuwait justru menjadi bagian dari pihak yang dianggap memusuhi Iran. Ia menyebut menjamu musuh-musuh Iran sebagai tanda tidak belajar dari masa lalu dan memperingatkan bahwa hubungan bertetangga yang baik tidak boleh dibalas dengan ketidakbersyukuran.
Di tengah ketegangan tersebut, Korps Garda Revolusi Islam atau IRGC mengklaim telah menonaktifkan sejumlah sistem radar di Kuwait dalam gelombang ke-24 Operasi Nasr 2. Sementara itu, Iran juga memperingatkan Bulgaria agar tidak mengizinkan Amerika Serikat menggunakan wilayah atau fasilitas militernya untuk mendukung operasi di Timur Tengah.