Kementerian Luar Negeri Iran melontarkan peringatan keras terhadap wacana invasi darat Amerika Serikat ke wilayah selatan, khususnya Pulau Kharg yang menjadi jantung ekspor minyak nasional. Juru Bicara Kemenlu Iran, Esmaeil Baghaei, menegaskan bahwa rakyat di wilayah selatan telah menanti kedatangan pasukan AS bukan untuk menyerah, melainkan untuk memberikan perlawanan maksimal.
"Mereka akan melihat konsekuensinya. Saya pikir ada orang-orang di wilayah itu (Iran selatan), dan jumlah mereka tidak sedikit, dan mereka menantikan kedatangan orang-orang itu (pasukan AS)," ungkap Esmael Baghaei, juru bicara kementerian luar negeri Iran, Senin (20/7/2026).
Ancaman ini didukung oleh strategi pertahanan asimetris Iran yang memanfaatkan medan lokal, mulai dari armada perahu kecil hingga sistem rudal berbasis pantai, yang diproyeksikan mampu mengubah pendaratan militer asing menjadi mimpi buruk dan perang gesekan yang sangat mahal bagi Washington.
Di sisi lain, analisis dari RAND Corporation menyebutkan bahwa Presiden Donald Trump kini terjebak dalam empat opsi yang semuanya berisiko tinggi dan sulit dijalankan. Apa saja itu?
Simak selengkapnya dalam video berikut!
Penulis Naskah: Elisabeth Putri Mulia
Narator: Elisabeth Putri Mulia
Video Editor: Elisabeth Putri Mulia
Produser: Marvel Dalty
Music: Duty Calls - Rod Kim
#global #perang ##kompascomlab #Iran #Trump #AmerikaSerikat #IranvsAmerika