Nasir Tamara menjadi salah satu saksi hidup kepulangan Ayatollah Ruhollah Khomeini ke Iran pada 31 Januari 1979. Saat itu, ia ikut menumpang pesawat Air France sebagai koresponden Sinar Harapan untuk kawasan Eropa.
Sebelum penerbangan bersejarah itu, Nasir beberapa kali bertemu Khomeini di tempat pengasingannya di Neauphle-le-Chateau, Perancis.
Menurutnya, Khomeini dikenal karisma yang kuat.
"Beliau orangnya tenang. Berbicara pelan, hati-hati, tidak menggebu-gebu," kenangnya.
Setelah pemerintahan Shah runtuh, Iran menggelar referendum yang mengubah negara itu menjadi Republik Islam Iran.
Jurnalis Video: Kompas.com/Danur Lambang Pristiandaru, Naufal Dzulfaroh
Penulis: Inas Rifqia Lainufar
Kreatif: Blanka Rahel Maretha Joanne
Produser: Elizabeth Ayudya Ratna Rininta
~R #Iran #Global #Voice