Iran tiba-tiba mengubah titik targetnya dari semula Kuwait dan Bahrain, tiba-tiba dalam lima hari terakhir di minggu kedua bulan Juli 2026, memfokuskan serangan Yordania, sekutu AS yang berbatasan dengan Israel.
Iran dilaporkan melancarkan serangan ke pangkalan dan permukiman pasukan AS di sana. Ternyata ada alasannya. Bagi Iran, Yordania ternyata sejak awal perang pecah pada 28 Februari 2026, telah menjadi jantung operasi udara strategis Amerika Serikat untuk menguasai Suriah dan Irak.
Di sana, AS memindahkan mengevakuasi pasukannya dari Kuwait dan Bahrain, begitu juga sejumlah jet tempur dipindahkan ke sana. Bagi Iran, penumpukan kekuatan AS di sana, malah menjadi titik lemah yang dieksploitasi rudal dan drone Iran.
Intensitas serangan yang menghantam sejumlah pangkalan militer, termasuk Pangkalan Udara Muwaffaq Salti, mengakibatkan tewasnya dua tentara AS, terlukanya belasan personel, serta hancurnya sejumlah helikopter Black Hawk.
Meski Pentagon mempertimbangkan opsi merombak total penempatan pasukan atau memindahkannya lebih jauh ke barat teluk, para pengamat menilai bahwa tidak ada wilayah di kawasan tersebut yang benar-benar aman dari jangkauan rudal dan drone Iran.
Simak selengkapnya dalam video berikut!
Penulis Naskah: Elisabeth Putri Mulia
Narator: Elisabeth Putri Mulia
Video Editor: Elisabeth Putri Mulia
Produser: Marvel Dalty
Music: Sacrifices - Anno Domini Beats
#global #perang ##kompascomlab #Iran #AmerikaIran #Yordania #IranSerangYordania