:

[FULL] Peneliti Senior & Pengamat Militer soal Mojtaba Peringatkan AS, MoU Perdamaian Tak Berarti?

1 hari lalu

KOMPAS.TV - Militer Iran merilis rekaman video yang memperlihatkan peluncuran rudal sebagai tanggapan atas penerobosan wilayah udara Iran oleh Amerika Serikat. Salah satu yang diserang adalah pangkalan militer AS di Arab Saudi.

Operasi itu disebut menjadi serangan langsung pertama Teheran ke wilayah Arab Saudi dalam hampir empat bulan terakhir. Iran menargetkan pangkalan militer AS dengan rudal balistik.

Pemerintah Arab Saudi belum memberikan konfirmasi maupun bantahan atas laporan yang beredar tersebut.

Meski demikian, otoritas pertahanan sipil Arab Saudi sempat mengeluarkan peringatan dini bagi warga di Kota Al-Kharj dan Yanbu.

Korps Garda Revolusi Iran juga merilis video yang memperlihatkan peluncuran rudal dan pesawat nirawak (drone).

IRGC mengklaim senjata-senjata tersebut ditembakkan ke arah pangkalan Amerika di Yordania sebagai tanggapan atas serangan AS terhadap infrastruktur Iran.

Pemimpin Tertinggi Iran, Mojtaba Khamenei, mengancam akan memberikan pelajaran tak terlupakan kepada Amerika Serikat yang dituduhnya berulang kali melanggar nota kesepahaman yang telah ditandatangani presiden kedua negara.

Menurutnya, pelanggaran tersebut menunjukkan bahwa tanda tangan Presiden AS Donald Trump saat ini sudah tidak bernilai dan tak memiliki kredibilitas.

Khamenei menyatakan pelanggaran yang disebut dilakukan Amerika Serikat kembali memperlihatkan bahwa komitmen Washington terhadap kesepakatan tersebut tidak dapat dipercaya.

Khamenei memperingatkan apabila Washington terus meningkatkan konflik, Amerika Serikat akan menghadapi pelajaran yang tak terlupakan dari rakyat Iran.

Komando Pusat Amerika Serikat mengumumkan bahwa operasi militer yang berlangsung selama tujuh hari berturut-turut terhadap Iran resmi berakhir pada Jumat malam waktu setempat.

Selama sepekan terakhir, militer AS melancarkan serangan yang menyasar fasilitas strategis militer Iran, meliputi lokasi pengawasan, infrastruktur logistik militer, gudang senjata bawah tanah, hingga kemampuan maritim Iran.

Militer AS menyebut tetap menjalankan arahan Presiden Donald Trump dan terus memberlakukan blokade terhadap pelabuhan-pelabuhan Iran.

Lalu seberapa besar kekuatan Iran saat ini? Apakah Iran mampu melumpuhkan Amerika Serikat dan sekutunya?

Kita bahas bersama Peneliti Senior Indo-Pacific Strategic Intelligence, Aisha Kusumasomantri, dan Pengamat Militer dan Pertahanan UI, Stanislaus Riyanta.

Baca Juga Iran Tembak Rudal ke Pangkalan Militer AS di Yordania, Mojtaba Beri Peringatan Keras ke Trump di https://www.kompas.tv/internasional/681290/iran-tembak-rudal-ke-pangkalan-militer-as-di-yordania-mojtaba-beri-peringatan-keras-ke-trump

#iran #as #trump #mojtabakhamenei

Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/internasional/681307/full-peneliti-senior-pengamat-militer-soal-mojtaba-peringatkan-as-mou-perdamaian-tak-berarti

Berikan Komentar
Laporkan komentar

Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Batal edit?

Setelah dihapus, kamu tidak bisa membatalkan

Hapus Komentar

Setelah dihapus, kamu tidak bisa membatalkan

Oke
Sarapan di Ketinggian 230 Meter, Seperti Apa Rasanya?
Oke