KOMPAS.TV - Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) merilis rekaman serangan rudal yang dilakukan selama gelombang operasi yang mereka sebut sebagai Nasr-2 atau "Kemenangan 2". Ini merupakan serangan balasan sebagai respons atas serangan AS terbaru ke Iran.
IRGC mengirim rekaman serangan rudal yang dilakukan selama gelombang kedelapan, kesembilan, dan kesepuluh Operasi Nasr-2 atau "Kemenangan 2".
Rekaman ini menunjukkan peluncuran rudal balistik ke target militer AS di Jordania, Kuwait, dan Bahrain. Ini seperti diberitakan di situs Far-News.id. Menurut IRGC, serangan ini menyasar pangkalan udara milik AS di Jordania sebagai respons atas serangan AS terbaru ke Iran.
Angkatan Darat Iran juga mengumumkan telah meluncurkan gelombang baru serangan drone ke fasilitas militer Amerika Serikat di Kuwait dan Bahrain. Serangan ini merupakan bagian dari fase ke-10 Operasi Saeqeh atau "Petir", sebagai balasan atas serangan AS ke wilayah Iran.
Menurut pernyataan resmi yang dikutip situs Far-News, drone Iran menghantam instalasi radar, pertahanan udara, dan penyimpanan bahan bakar di pangkalan udara di Kuwait.
Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengklaim akan segera mengalahkan Iran.
Pernyataan ini dikeluarkan di tengah peningkatan eskalasi perang antara Amerika Serikat dengan Iran.
Sebelumnya, Trump juga sempat menyebut menyiagakan ribuan misil untuk menyerang Iran.
Lalu, bagaimana eskalasi perang Iran-AS ke depan? Apakah perang Iran-AS akan berlanjut hingga perang terbuka?
Lebih lengkap kita akan bahas bersama Pakar Strategi Pusat Pengkajian dan Penerapan Angkatan Udara, sekaligus alumni US Air War College, Agung Sasongko Jati.
Baca Juga [FULL] Analisis Guru Besar UI dan Peneliti soal Ancaman Trump ke Iran, Langgar Hukum Internasional? di https://www.kompas.tv/internasional/680874/full-analisis-guru-besar-ui-dan-peneliti-soal-ancaman-trump-ke-iran-langgar-hukum-internasional
#iran #as #perang #trump
Artikel ini bisa dilihat di :
https://www.kompas.tv/internasional/681009/full-pakar-strategi-ppau-baca-eskalasi-perang-iran-as-akankah-berlanjut-perang-terbuka